Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 24 April 2013

Semangkuk Soto 222 Ala Essip

222 Deretan angka ini tiba-tiba mampir lagi di hadapan saya. 10 tahunan lalu (eit dah umur saya berapa yak, hihihi) angka-angka ini begitu penting. Waktu itu saya menyandang nomor 2220 di dada, sebagai penanda keikutsertaaan saya dalam seleksi untuk jadi salah satu aparatur Negara, tapi hasilnya kok ya malah mengambil ekor dari nomor saya ”0” hehheh.. Nol? Iya, hasilnya kosong, saya gagal. Tapi, karena gagalnya saya waktu itulah, saya menjadi seperti sekarang ini, dan bersyukur, pasti.

Menjadi saya sekarang ini, menyenangkan. karena di kehidupan saya setelah mengalami situasi nol itu tadi, ternyata banyak bertemu 2 pilihan yang sama-sama baik. Ya, hidup ini adalah tentang menjawab pilihan-pilihan kan? Mana yang kita pilih, itulah kemudian yang kita jalani, sampai bertemu dengan pilihan baru dan kita ikuti lagi pilihan baru itu, begitu seterusnya.

222, pagi ini saya bertemu lagi dengan angka ini, angka yang sama pentingnya dengan angka saya 10 tahun lalu. Kalau saat itu saya harus menyikuti seleksi untuk masuk sebuah instansi. Hari ini justru sayalah yang masuk sebuah “instansi” untuk menyeleksinya. Hihihi , gak kok, gak seserius itu, bukan seleksi, tepatnya mereview nya, karena instansinya adalah sebuah blog.

Sulit, kata pertama yang keluar dari benak saya. Haha.. ya, begitu sulitnya mereview sebuah blog. Bukan perkara mengungkap apa keunggulan dan bagaimana kelemahannya saja, tapi menurut saya, mereview blog, sama dengan membaca tingkah laku, gerak-gerik, bahasa tubuh, sifat dan sikap seseorang. Siapa yang bisa? Kita, seperti diwajibkan “menelanjangi” orang tersebut dan kemudian mengungkapkan detail ini dan itu tentang seseorang itu. Kenapa? Karena blog secara tidak langsung adalah penggambaran diri kita. Blog adalah gambar diri sang pemilik, administrator atau authornya.

Dan blog yang dengan semena-menanya meminta untuk dibedah itu adalah Essip.us, ya, blog yang sedang sahabat nikmati ini. Nikmati? Tentu saja. Layaknya semangkuk soto hangat, blog essip ini sangat pas dinikmati di segala suasana.

Saat Anda melihat tampilannya, begitu menggoda. Komposisi suwiran ayam, daun bawang, tauge, bihun dan ditambah taburan bawang diatasnya yang amat pas dan apik, serasa mengajak kita untuk mengayunkan sendok dan segera melahapnya. Begitulah essip, tampilan semangkuk soto sebanding lurus dengan tampilan essip. Sederhana, namun begitu menggoda. Apa yang disajikan komplit, dan tulisan-tulisanya dapat disantap oleh siapa saja, dengan rasa yang ringan, gurih dan menyegarkan.

Mangkok
Secara kasat, mangkok adalah wadah. Ya, kalau berbicara blog, mangkok ini adalah Nama blog. Artinya, bagaimana kemudahan orang mengakses blog tersebut. Dari Namanya, tentu orang akan sangat mudah mengingat, Essip. Dalam keseharian kita, Sip berarti baik, bagus, jempolan. Ya, Mas Kopral, begitu saya menyebut empunya Essip ini, memang yahud dalam memilih nama untuk blognya. Menancapkan dalam ingatan orang-orang bahwa jika Anda masuk ke blog Essip, maka Anda telah masuk kawasan yang baik, area yang bagus, lingkungan yang top, karena Anda adalah orang-orang yang gak kalah essipnya. Ah, siapa yang gak mau diperlakukan sebegitu essipnya. Hehe

Suwiran Ayam
Jika kita membaca menu, soto babat, sate kambing, soto ayam, dll. Tentunya kita akan dengan mudah menerka apa sih sajian utama menu itu, Ya, jika saya menyebut soto ayam, tentu saja Ayam lah sajian utamanya. Dan berbicara blog, maka suwiran ayam ini adalah tulisan atau postingan. Lagi-lagi, jika kita masuk ke essip, kita akan dibuat melongo tersedap-sedap, ah bahasa apa ini? Ini karena saking nya, hihih.. melongo karena tulisannya begitu empuk, enak dikunyah, begitu gurih, sangat meresap. Mengingat ayam, tentunya kita mengingat kampong. Ya, membaca tulisa essip ini kita seperti diajak menyelami pemikiran “ngampung” namun sangat asik dan membumi. Seperti mempelajari pola tingkah orang-orang di lingkungan yang memang jauh dari perkotaan namun penuh kebersahajaan. Jika ayam kadang kala mengganggu karena terselip di gigi, begitu pula tulisan essip, kadang-kadang menyentil telinga dan rasa tapi sentilan itu kok ya ngangeni, sama dengan kangennya kita makan ayam, gak ada bosennya.

Bihun putih
Soto ayam yang bening gurih itu, tentunya kurang pas tanpa adanya bihun putih. Tidak ada bihun yang tampil sendirian dalam semangkuk soto, bihun selalu dating berombongan, rame-rame atau dalam satu kesatuan. Begitulah essip. Blog ini menjaga benar arti penting silaturahim, seperti bihun yang guyup rukun dalam satu mangkok untuk menghadirkan cita rasa istimewa, begitulah essip. Baku komentar di kolom kecil dalam setiap tulisan, terasa begitu membaur dan hangat, saat para penikmat menambahkan kecap manis berupa pujian, empunya menjawab tak kalah manisnya kadang diselingi canda. Atau saat ada yang menambahkan garam karena rasanya dirasa kurang, itu berarti tambahan saran, maka diterima pula dengan suka cita yang nantinya dijadikan sebagai perbaikan. Penggemar soto pun kadang menambah cuka asam, tapi empunya essip menikmati rasa asam itu sebagai penambah kesegaran dan menetralkannya dengan guyonan. Tapi ada juga yang suka menambahkan sambal pedas, kritikan semacam ini, ditanggapi dengan kepala dingin dan dicari penyelesaian secara bijak hingga rasa sajian tak jadi rusak dan tetap sedap disantap.

Daun bawang dan seledri
Kedua daun hijau ini, adalah pelengkap soto yang paling menyegarkan mata. Warnanya yang hijau dengan rasa yang segar tentu berasa kurang jika tidak disajikan. Begitulah essip. Blog ini adalah blog hijau, artinya blog dengan author seorang pecinta alam. Bukan hanya kita yang berlabel pecinta alam saja yang bertanggung jawab atas alam kita, tetapi kita semua berkewajiban menjaga bumi kita ini, begitu semangat yang sering kali di gaungkan melalui essip. Semangat menjaga bumi, memelihara alam, dan mencintai lingkungan. Lewat postingan-postingannya, essip menyelipkan ajakan-ajakan positif tentang kecintaan pada alam. Essip jadi salah satu blog yang mengajak kita kembali ke alam dengan cara yang sederhana namun cerdas.

Bawang goreng
Bawang goreng adalah pelengkap. Tapi juga penyedap. Namun jika penambahan bawang goring itu telalu banyak, tentunya akan merusak rasa. Essip menyadari betul itu. Blognya clean, tak banyak pernak-pernik disana. Sadar benar bagaimana beratnya sebuah blog untuk diakses jika banyak tempelan template ini dan itu, maka empunya melepasnya, mengganti dengan tampilan yang sederhana, simple dan gak terkesan ruwet. Maka essip begitu memanjakan kecepatan koneksi Anda saat mengaksesnya dan juga memanjakan mata Anda dengan tampilan yang lapang, segar dengan proporsi yang pas.

Mari buktikan, dan Anda akan sepakat dengan saya, rasanya tak berlebihan jika saya menyebut Essip adalah semangkok soto ayam yang pas disantap siapa saja kapan saja.

Maka, tak banyak kata, Silahkan menikmati semangkok sajian Soto ayam yang hangat, kaya manfaat dan berbagi cerita dengan para sahabat di Essip.

Ditulis oleh Advertiyha untuk posting Essip ke 222