Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Minggu, 26 Mei 2013

Wisata Kopdar : Memenuhi Janji pada Bunda Lahfy (Jakarta bagian 1)


Sehari menjelang berakhirnya Asean Blogger Solo, via SMS saya mencoba menghubungi adik saya. Mengabarkan jika besok saya akan bertolak menuju Jakarta. Namun sayang, di ujung hape sana adik mengabarkan jika posisinya sedang berada di Cirebon. Yang artinya kecil kemungkinan saya bisa menemuinya setiba di Jakarta.

Kabar itu sedikit menyurutkan niatan saya untuk dolan ke Jakarta. Menyambangi dulur-dulur blogger memang menjadi agenda dolan saya, tapi saya pun berniat untuk menyambangi adik-adik saya yang berada di Jakarta. Hanya ingin tahu seberapa besar sih si Rico, keponakan dari adik lelaki saya. Juga bagaimana kabar si Roes, adik perempuan saya yang  lebih dari sepuluh tahun tak terdengar beritanya. Rumit memang jika diuraikan jalan cerita kehidupan keluarga kandung saya. Serumit jalan pikiran saya saat itu yang kebingungan harus parkir kemana nanti saat sampai di ibukota.

Alhamdulillah untungnya di blogsphere saya mengenal seorang bidadari baik hati. Bidadari itu bernama Una yang  sudi menawarkan rumahnya sebagai tempat persinggahan, sekaligus sebagai guide wisata saya selama di Jakarta. Sebuah penawaran yang awalnya enggan untuk saya iyakan, tapi mau tak mau harus saya luluskan.

Saya hanya merasa tak enak hati dan enggan jika menginap di rumah teman perempuan. Sempat pula saya menawarkan diri untuk tidur di pos satpam saja atau garasi yang terpisah dari rumah. Sebab, saya cuma butuh bantuan untuk sekedar menitipkan barang bawaan dan tempat memejamkan mata saat malam tiba, itu saja.

Bukan Una namanya jika tak bisa memberi jawaban sekaligus solusi dari masalah yang saya hadapi. Dia mengatakan jika masih ada slot kosong di salah satu ruangan rumahnya. Saya pun dipersilakan untuk menempati dengan satu syarat "No Smoking Area" ahaha. Plong hati saya karena keinginan untuk melakukan wisata kopdar di Jakarta besok akan kesampaian, Alhamdulillah ! (kok saya jadi kangen guyonan Una yak hehe)

------

Bunda Lahfy

Perjalanan wisata kopdar saya mulai dari terminal Lebak Bulus di pagi hari. Una mengabarkan jika  baru bisa menemui saya sore hari, sebab ada jadwal kuliah di kampusnya. Hmm, kabar yang membuat saya sedikit mikir tentang apa yang harus dilakukan hingga sore hari tiba. Saya bingung harus melakukan apa. Saya serasa menjadi seorang yang buta arah dalam melangkah. Sebenarnya saya hanya ingin sejenak melepas lelah yang ada. Melemaskan otot punggung yang tegang setelah berjam-jam bersinggungan dengan jok angkutan di perjalanan. Hanya ingin merehatkan saja beban pundak dari ransel yang saya bawa, itu saja.

Trotoar jalan di luar terminal Lebak Bulus pagi itu menjadi tempat untuk menenangkan diri dari bingung yang saya rasa. Iseng-iseng saya pun mencoba membuka hape. Mencari nama-nama dulur blogger Jakarta yang mungkin bisa menemani saya hingga Una tiba.

Intuisi saya saat itu mengatakan saya harus menghubungi Bunda Lahfy segera. Lewat pesan singkat saya kabarkan  posisi saya dan mengutarakan keinginan untuk mampir ke rumahnya. Alhamdulillah, Bunda Lahfy bereaksi cepat dengan menyuruh saya menunggu sebentar, karena Bunda akan menjemput saya dengan Vario-nya.

Selang setengah jam kemudian Bunda Lahfy datang. Beliau menawari saya untuk mengemudi, tapi tak saya amini. Hehehe maklum saya punya pengalaman buruk ditangkap polisi saat menculik seorang blogger dengan motor yang saya tunggangi. Di perjalanan menembus macetnya ibukota inilah akhirnya saya tahu, jika Bunda Lahfy itu tak hanya piawai memainkan kata-kata lewat tulisan saja, tapi juga jago memainkan lekuk demi lekuk kemudi motornya. Jujur dalam hati saya berpikir "eh ini emak ngebut bener ya naik motor haha".

Sempat kami mengalami tragedi Vario ngambek gara-gara mogok di jalan, namun akhirnya saya pun tiba di kediaman Bunda Lahfy. Meski tak sempat bertemu dengan sang suami Bunda Lahfy, tapi saya bersyukur setidaknya masih bisa bertatap muka dengan putera puterinya yang selama ini hanya bisa saya kenal lewat tulisan. Luthfan, Astri, juga Hilman dan Fanni yang sempat fotonya saya abadikan. Dan satu hal lagi saya sudah memenuhi janji terhadap Bunda Lahfy. Membawa oleh-oleh pulang buah karya beliau berupa buku berjudul Rembulan Cinta Seorang Bunda langsung dari tangannya.
Bersambung