Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 19 Juni 2013

BBM.. oh BBM


Menanti kejujuran
Harapkan kepastian
Hanya itu yang sanggup aku lakukan

Mungkin lirik lagu di atas bisa mewakili gambaran situasi yang terjadi di masyarakat saat ini. Saya atau pun anda hanya bisa menanti saja perubahan kondisi yang sebentar lagi akan terjadi. Tentang palu kebijakan pemerintah yang mungkin dalam beberapa hari  akan diketok secara resmi. BBM akan naik lagi ! Itulah opini yang santer terdengar beberapa hari ini.

BBM, Benar Benar Menarik untuk diperbincangkan. Menarik, karena sukses membuat rakyat panik. Ya, mereka panik jika BBM nanti Benar Benar Mahal. Jadi mereka pun melakukan aksi Berbondong Berhimpit Mengantri untuk mengisi full isi tangki. Bagi mereka yang memiliki motor atau mobil, tentu kondisi ini akan membuat mereka sengsara. Tapi sebaliknya, menjadi semacam pesta pora untuk segelintir masyarakat kita. Momentum jelang kenaikan yang mereka manfaatkan lewat aksi Bareng Bareng Menimbun, lalu Buru-Buru Menaikan harga sebelum waktunya.

Si cair berharga ini Banyak Banget Menuai pro kontra dalam masyarakat kita. Di satu sisi ada yang mengatakan jika subsidi BBM Benar Benar Memberatkan anggaran negara. Lebih banyak dinikmati kalangan menengah ke atas saja. Itulah alasan mereka mengamini serta mengatakan jika kebijakan pemerintah itu Betul Betul Memihak rakyat jelata.

Ada pula diantaranya yang meneriakkan ketidak setujuan. Kebijakan itu Benar Benar Menyengsarakan !, itu kata mereka. Sebab, jika BBM Bolak Balik Menjulang lagi, tentu kebutuhan pokok lainnya akan turut tertulari. Tarif angkot naik. Sembako, rokok, bahkan pedagang terasi pun akan ikut pula Bikin Bandrol Menaikkan.

Tapi sudahlah, yang jelas saya Bukan Blogger Mblarah yang suka mengkritisi sebuah wacana yang otak saya sulit cerna. Cuma rakyat jelata yang hanya  Bisa Berpasrah Menerima semua kehendak penguasa. Saya juga tak paham hitung-hitungan anggaran negara. Jadi ikhlas saja menerima daripada melakukan aksi Bakar Bakaran Massal. Toh kondisi kenaikan ini hanya soal Butuh Belajar Membiasakan. Yah, membiasakan diri dengan perubahan yang nanti terjadi. Mungkin sebulan atau dua bulan terasa sengsara, tapi lama-lama kita terbiasa, lalu menjadi lupa.

Mungkin ada baiknya fenomena kenaikan BBM yang nanti terjadi, kita jadikan sebagai momentum untuk Belajar Bersama Mengkritisi keadaan. Tentang pola kehidupan kita, apakah selama ini sudah Benar Benar Mencintai bensin kita?

Kita tahu BBM merupakan sumber daya alam yang tak bisa tergantikan. Kita juga sama-sama paham jika sumber daya alam itu tak hanya milik kita. Masih ada generasi di depan nanti. Termasuk anak cucu kita berhak pula menikmati. Harus mau berbagi dengan mereka melalui cara bijaksana dan Banyak Banyak Menghemat setiap tetes BBM kita. Sungguh lucu tentunya jika hari ini kita teriak menolak kenaikan harga, tapi di kemudian hari justru  berfoya-foya dengan bensin kita.

Semoga kenaikan BBM nanti turut dibarengi pula naiknya kinerja pemerintah kita. Benar Benar Mengevaluasi setiap kebijakan mereka, serta Betul Betul Membuktikan jika subsidi itu akan tepat sasaran. Untuk pihak yang kontra, semoga saja itu bukan sebatas pencitraan untuk merebut hati rakyat jelata. Dalih oposisi untuk kepentingan pesta demokrasi yang sebentar lagi  terjadi. Berikan rakyat teladan, sebab mereka Banyak Belajar Mencontoh apa yang kalian lakukan. Yah, jika sekarang anda berani mengkritisi BBM bersubsidi, apa nanti berani pula melarang para pendukung fanatik saat melakukan aksi Bebas Berfoya Menggeber knalpot motor di kampanye anda?

BBM naik, itu Bukan Berarti Modar pula kehidupan kita. Jadikan semuanya sebagai semangat untuk Bersungguh Berjuang Menafkahi keluarga kita. Nikmati saja kondisi yang ada. Jangan pernah Berhenti Belajar Mensyukuri sekecil apa pun karunia Illahi.

Enam ribu lima ratus mungkin masih biasa terasa, tapi coba bayangkan jika kelak BBM itu dibandrol seratus ribu tiap liternya. Apa anda bisa bayangkan? Atau sebaliknya anda anggap itu hal yang tak bisa terjadi? Hmm, kenapa tidak? Kelak pasti akan tiba suatu masa BBM akan menjadi barang yang super mahal harganya, hingga diperebutkan siapa saja. Setelahnya akan menjadi langka lalu Benar Benar Menghilang dari dunia. Jadi, apakah kita akan mempercepatnya dengan pola boros kita?