Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 05 Juni 2013

Wisata Kopdar : Antara Tante dan Mantan Majikan (Jakarta bagian 4)

Mungkin ada diantara anda yang bertanya-tanya dengan judul posting di atas. Si satpam sebenarnya mau cerita kopdar atau mblarah sih? Hehehe, enggak kok masih seputar wisata kopdar kemarin. Mungkin cuma ingin  menjajal peruntungan lewat kata kunci saja. Sekalian mencoba membuat kecele para pencari artikel lewat keyword berbau nakal. Tapi tetap, artikelnya masih relevan kok sesuai judulnya. Tentang cerita perjumpaan dengan tante dan mantan majikan saya saat di Jakarta.

Selain emak online, di blogsphere saya pun mengenal seorang blogger yang akrab dipanggil tante. Tak hanya saya, Aim dan Api Kecil pun sudah terbiasa menyematkan panggilan tante buat beliau. Menurut yang bersangkutan sih, tante itu merupakan panggilan kesayangan khusus dari blogger Jember buat dirinya. Tante Monda empunya Berbagi Kisahku, itulah yang tante yang saya maksudkan. Ada yang masih belum kenal tante saya?

Nah, terus kalau mantan majikan itu siapa? Apa saya pernah menjadi asisten rumah tangga saat di Jakarta? Hahaha, bukan..bukan asisten rumah tangga, tapi tukang kebun tepatnya. Makin mumet kan? hahaha. Yo wis ngopi disik, sebentar lagi saya lanjutin sejarah tukang kebunnya.

Kira-kira dua tahun yang lalu ada seorang blogger meminta saya menjaga blognya untuk sementara. Saat itu empunya blog sedang cuti hamil tua, jadi tiada waktu untuk mengurus rumah mayanya. Awalnya saya keberatan menerima tawaran tersebut. Maklum, saya tak begitu percaya diri  menulis di blog yang lebih senior dari Essip. Setelah dipaksa-paksa akhirnya saya pun mengabulkan meski cuma mengisinya dengan tiga tulisan.

Saat itu saya cukup senang, karena lewat tulisan bisa mengelabui orang-orang. Berpura menjadi seorang tukang kebun rumah maya. Menulis dengan gaya yang sedikit berbeda dari ciri khas saya dan sukses membuat orang yang membaca tak sedikit pun mengira itu tulisan saya. Sejak saat itulah saya pun akrab pula memanggil empu blog tersebut dengan panggilan "Ndoro". Ndoro Puteri Advertiyha, pemilik Keajaiban Senyuman. Ya, itulah majikan saya di dunia maya (eh mantan ding). Penasaran dengan salah tulisan tukang kebun? Silakan baca artikel berjudul Maaf, Saya cuma tukang kebun Advertiyha. dan temukan wajah-wajah penuh sangka di sana hahaha.

---

Pada awalnya saya berkeinginan dolan langsung kerumah tante Monda bareng Una. Berhubung  hari kerja, tante Monda menyarankan kami untuk bertemu di lokasi yang tak jauh dari tempat kerjanya. 

"Yah, daripada kalian di Puskesmas cuma ketemu ibu-ibu bidan. Mending di mall saja bisa cuci mata dan makan-makan," begitu kata Tante Monda. Akhirnya kami pun menyepakati untuk bertemu Tante Monda di Gajah Mada Plaza.

Malam hari sebelumnya saya sempat menyusun rencana dolan pagi hari lebih dulu sebelum bertemu tante Monda. Rencananya saya akan membuat kejutan untuk dolan ke rumah mbak Thia aka Mama Vania.  Sayang, lagi-lagi molor membuat berantakan semua rencana. Yah, tak jadi dolan ke rumah mbak Thia gara-gara saya dan Una tak bisa bangun pagi.

Akhirnya kami pun bergerak menuju Gajah Mada Plaza. Sempat saya SMS mbak Thia mengabarkan tentang kopdar kami. Di ujung telpon sana mbak Thia pun mengatakan tertarik untuk nimbrung pula di kopdar kami. Namun sayang, karena  hari sudah terlalu siang mbak Thia batal datang, sebab ada rutinitas kerja yang tak bisa ditinggalkan sore harinya.

Tak begitu lama kami menunggu di emperan Gajah Mada Plaza, akhirnya tante Monda pun datang juga. Orangnya ramah, keibuan, poko'e pas deh jadi tantenya anak-anak Jember hehe. Tante Monda lalu mengajak kami berdua masuk ke dalam mall. Menuju sebuah tempat makan yang membuat saya sedikit mikir saat memasukinya. Seafood, ah kenapa harus makan ikan laut, begitu pikir saya. Syukurlah, ternyata masih ada udang yang menyelamatkan lidah saya hahaha (ojo ngguyu kamu Un)

Di rumah makan ini saya SMS ndoro Advertiyha. Mengabarkan jika sedang melakukan kopdar dengan tante Monda, dan selanjutnya berniat mampir ke rumahnya. Mbak Iyha mengatakan jika ikut menyusul saja , karena ingin bertemu pula dengan Una dan Tante Monda.

Menunggu pesanan makanan di rumah makan seafood itu menurut saya lama. Sama lamanya saat menunggu kedatangan majikan saya, ndoro Iyha. Bahkan hingga makanan di meja sudah kandas di pencernaan, mbak Iyha masih saja tiada tanda penampakan. Setelah lama celingak celinguk kiri kanan, akhirnya datang juga sang majikan. Yah, si tukang kebun telah bertemu majikannya. Kopdar sekaligus menuntut upah saat menjaga kebunnya. Upah yang dua tahun lama dinanti itu akhirnya terealisasi. Membajak anak sang majikan bernama Osar ke dalam gendongan. Itulah yang jadi impian tukang kebun saat berangkat dari kampung halaman.
Matur Nuwun tante Monda. Tenkyu ndoro Advertiyha.. Semoga kelak kita kembali bersua ya

Bersambung