Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Selasa, 23 Juli 2013

Jangan Rampas Dunia Kecil Mereka

HORRE MAGRIB TLAH TIBA. WAKTUNYA BERBUKA. TEMAN - TEMAN MASIH BERPUASA KAN?. AKU SENANG KALAU SUDAH BERBUKA PUASA. KARENA BANYAK MAKANAN YANG DIMASAK IBU. ADA KOLAK PISANG DAN ES DAWET. AKU JUGA SENANG KARENA IBU SERING MEMASAK MAKANAN KESUKAANKU YAITU TEMPE GORENG.
KALAU AKU MAKAN BIASANYA KUCINGKU SELALU MENGIKUTIKU. TERUS  TERIAK MEONG. TERUS MENGEJAR AKU. TERUS MEMINTA TEMPE GORENGKU. TERUS AKU KASIH SEDIKIT TEMPE. KARENA KATA IBU AKU HARUS SAYANG PADA HEWAN. KARENA JIKA AKU SAYANG HEWAN KATA IBU ALLAH JUGA AKAN SAYANG AKU. TEMAN - TEMAN SELAMAT BUKA PUASA YA. DAN JANGAN LUPA BACA DOA SEBELUM MAKAN.

D
ulur blogger sengaja hari ini saya ingin menulis dengan cara tak seperti biasanya. Sengaja saya meniru gaya Fauzan dan Pascal saat menulis apa yang mereka pikirkan. Sebab, hari ini saya juga ingin turut merayakan hari berbahagia mereka dan juga seluruh anak di nusantara. Yah, 23 Juli hari ini, harinya anak-anak Indonesia.

Jika ada pertanyaan seperti apa nasib bangsa kita beberapa puluh tahun ke depan. Mungkin jawabannya tergantung tentang bagaimana cara kita mendidik anak-anak kita. Sebab, merekalah yang nanti akan menjadi pengendali negeri ini. Ambruk tidaknya bangunan bernama Indonesia, semua tergantung generasi yang lebih tua saat membangun pondasi pendidikan pada anak-anak mereka. Anak ibarat kertas putih, dan soal warna terserah kita semua mau menuliskannya. Jadi, jika suatu saat nanti ada yang salah dengan anak-anak kita, mungkin itu tak mutlak salah mereka. Tapi, salah kita pula sebagai pelukis akhlaknya.

Zaman sekarang mungkin tak sama dengan masa kecil saya dulu. Si Unyil sudah hilang perlahan-lahan, terganti aneka kartun impor yang lebih menawan. Gobak sodor, petak umpet, patik lele, dakon, engkleng tak lagi dimainkan, sebab sudah banyak mainan teknologi canggih dan serba instan. Anak-anak sekarang seakan kebingungan untuk mencari sosok idola. Mereka sudah tak punya lagi lagu kebangsaan menurut usia mereka. Ya, ABG dan anak kecil sekarang serasa sulit saja dibedakan saja. Tiada lagi lagu dan idola versi anak-anak, karena polah keong racun dan artis dewasa yang direcoki orang tua mereka.

Permainan masa kecil kita memang sederhana dan nyaris tak berbau teknologi. Tapi, justru sarat pelajaran yang membentuk kepribadian kita nanti. Tentang kratifitas, kesetiakawanan hingga efek yang harus kita terima jika suka bermain culas. Tidak, saya tak sedang menyalahkan teknologi yang ada sekarang. Anak-anak modern butuh teknologi itu. Tapi, harus ada filter dan kontrol saat mereka menggunakannya. Orang tua, itulah benteng terakhir mereka. Menimbang, mengontrol bahkan jika perlu melarang jika ada sesuatu yang dianggap belum waktunya dikonsumsi anak-anak mereka.

Semoga saja hari anak-anak nasional ini tak semata  seremonial saja. Tapi, juga menjadi momentum bagi kita semua untuk membenahi pendidikan anak-anak Indonesia. Bukan hanya sebatas pendidikan di sekolah saja. Tapi, berilah mereka atmosfer sesuai dengan dunianya. Sebab, masa kecil hanya sekali saja terjadi dalam hidup kita. Jadi jangan rampas dunia kecil itu sebelum waktunya.

Note : Selamat hari anak-anak nasional buat anak-anak Indonesia.Selamat yo Le dan Genduk, semoga kelak kalian bisa menjadi generasi hebat kebanggan bangsa. Mungkin hanya sebatas slide video ini sebagai kado di hari berbahagia kalian semua. Sebagai ucapan terima kasih untuk warna-warni inspirasi dari kalian semua. Yah, mungkin inilah salah satu bentuk balas budi saya. Sebab, tanpa kalian semua, Uncle Lozz mungkin tiada pernah ada di ranah maya.

close
cbox