Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 31 Juli 2013

Pinarak Nak !


Andai saja emak saya paham bahasa  bule, mungkin cerita ini tak akan pernah terjadi. Ya, ini sedikit cerita tentang emak saat beliau masih ada di dunia. Tentang keluguan beliau yang tak mengerti sama sekali bahasa lain, kecuali bahasa Jawa dan sedikit bahasa Indonesia. Maklum, emak saya tiada pernah mengenyam pendidikan formal semasa hidupnya.

Jika pagi hari adalah waktu untuk memulai geliat aktifitas manusia pada umumnya. Namun tidak demikian halnya dengan saya. Siang hingga pagi adalah waktunya untuk merecharge energi. Sebaliknya malam hari, justru saya bersaing dengan maling untuk menjalankan semua aktifitasnya. Ya, semua gara-gara isomnia tingkat tinggi yang merubah saya menjadi manusia nokturnal sejati. Padahal sejatinya ingin sekali merubah pola tidur yang saya jalani. Tapi, hingga hari ini hasilnya masih nihil saja. Bahkan semakin menjadi-jadi. Seakan semakin menasbihkan jika saya adalah bujang yang selalu dirindukan mentari.

Pagi itu kembali saya jalani aktifitas tidur seperti biasanya. Seingat saya hari itu mata baru bisa terpejam kira-kira jam 5-an. Maklum, malam harinya saya habiskan di depan televisi untuk menonton Barcelona yang saat itu tayang. Namun, saat beberapa jam tidur itu dialami, tiba-tiba saja ada suara yang memaksa saya terjaga. Lirih dari ruang tamu saya dengar suara emak memanggil saya.

"Le tangi'o, iki ono dayo nggoleki awakmu", panggil emak.

Selang beberapa saat kemudian saya pun mendengar teriakan keras memanggil saya, Akbar..Akbar ! Begitu teriakan itu. Terdengar begitu keras dari dalam kamar saya. Samar kemudian saya kembali mendengar panggilan emak. Terdengar pula emak mempersilakan tamu itu masuk dengan menggunakan bahasa Jawa.

"Pinarak nak, pinarak !", begitu suara emak terdengar lirih.

Entah apa yang terjadi si tamu masih saja berteriak-teriak memanggil saya. Akbar..akbar !, teriak suara itu semakin keras. Emak pun demikian masih juga ngeyel mempersilakan tamu itu masuk dengan berulang-ulang mengatakan "pinarak nak, pinarak".

Di tengah kondisi roh yang masih belum matching di raga, saya pun mengumpat dalam hati. "Kurang ajar nih orang, disuruh masuk malah teriak-teriak". Akhirnya saya pun keluar dari kamar. Bangkit tergesa dari kasur. Menuju ruang tamu dengan hanya mengenakan kolor ijo kesayangan. Sebab, terus terang saya penasaran sekaligus geregetan dengan tamu tersebut.

Setelah sampai di ruang tamu barulah saya tahu siapa sebenarnya tamu pagi itu. Ternyata tamu itu adalah majikan warnet tempat saya bekerja. Babah Montaser, seorang lelaki asli Mesir yang sama sekali tak paham bahasa Jawa. Sempat pula saya melihat dialog antara emak dan majikan Montaser kala itu. Montaser terlihat bertanya  dengan bahasa Inggris pasarannya, "where is Akbar?". Dan seperti sebelumnya emak masih kekeh saja menjawab "pinarak nak, pinarak". 

"Iku loh dayomu, dikongkon mlebu malah bengok-bengok nang njobo", komentar emak sambil bersungut menuju belakang. Sebuah komentar yang membuat saya kepingkel dalam hati, tapi tidak demikan dengan Montaser. Yang mungkin hingga hari ini tak menyadari jika emak saya mangkel gara-gara teriaknnya tadi.

Dulur Blogger, itulah sedikit cerita kenangan akan almarhumah emak saya. Misskomunikasi yang terjadi antara dua anak manusia beda benua. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, jika perbendaharaan berbagai bahasa itu harus kita punya. Yah, tak harus lihai berbahasa Inggris dengan gramarnya. Setidaknya anda hafal satu kalimat saja yaitu "what are you talking about?".

Kenapa saya saranin kalimat itu? Sederhana saja, biar anda tak jadi bulan-bulanan dirasani turis nantinya hahaha. Sebab, jika saat suatu hari nanti ada sekumpulan bule yang berbicara bahasa Inggris dan anda tak mengerti, bisa jadi bule itu ngerasani anda. Lakukan tips saya, berkatalah "what are you talking about?" dengan keras sambil melotot ke arahnya. Yakin deh setelahnya si bule enggak akan macam-macam lagi dengan orang Indonesia. Anda mau mencoba? hahahaha.


Note : Kamus Boso Jowo

Le tangi'o, iki ono dayo nggoleki awakmu
Nak bangunlah, ini ada tamu mencarimu

Pinarak nak
Silakan masuk nak

Iku loh dayomu, dikongkon mlebu malah bengok-bengok nang njobo
Itu loh tamumu, disuruh masuk malah teriak-teriak di luar