Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Rabu, 14 Agustus 2013

Tompes !


Lagi..lagi, kembali kau datang lagi. Datang tanpa pernah diundang. Muncul begitu saja, bak seorang pejabat yang tengah sidak di pasar rakyat. Tiada terencana dan diduga sebelumnya. Seakan tak mau tahu meski aku belum mempersiapkan apa-apa untuk menyambutmu.

Andai saja mesin waktu itu benar-benar ada. Mengantarku ke proses awal mula. Mungkin hanya satu inginku. Meminta agar diri ini tak dibekali fitur bernama kalbu. Tapi, kurasa itu  angan kosong belaka. Sebab, bagaimana bisa merasa  nikmat isi dunia, jika kalbu itu tiada? Bagaimana bisa disebut manusia, jika hati tlah mati rasa?

Mungkin inilah yang disebut dinamika hidup. Perkara bolak-balik hati yang seringkali terjadi. Sesekali harus merasakan jatuh dan terjatuh lagi. Agar tak lena saat diri melambung tinggi. Tak selamanya dunia diisi dengan tertawa, tapi harus mau pula mengecup lara. Ketika rasa legit itu kembali tiba. Jangan lena dan harus sadar diri. Sebab, bisa jadi setelahnya ada pahit yang akan terasa.

Ah, jika dirasa hidup ini tak ubahnya sebilah pedang di pandai besi saja. Hanya bisa pasrah menerima segala tempa dari Empunya. Tak jua menerima tempaan dari sisi kanan. Tapi, harus siap pula saat empu melakukan pukulan kombinasi dari sisi kiri. Begitu seterusnya, berulang-ulang. Yang bisa dilakukan mungkin hanya sabar dan terus sabar menjalani proses tempaan. Ikhlas menerima pukulan hingga pedang itu benar-benar tajam. Jadi bagaimana hati hendak membangkang, jika aku bukanlah Empunya pedang?

Selamat datang kembali duka lara. Hari ini kau bebas bermain-main sepuasnya. Silahkan, gerogoti saja dinding-dinding hati yang paling kamu ingini. Untuk kali ini mungkin hanya bisa kuimbangi dengan sepi dan teguk secangkir kopi. Setelah itu biarkan aku yang memegang kendali. Yah, tak kan kubiarkan kau berlama-lama mengendap dalam dada. Karena setelahnya perih hati ini akan menjadi amunisi untuk kembali menata diri.  Biarlah duka lara yang ada kan menjadi semangatku untuk terus berkarya.

Kawan, doakan aku...