Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Jumat, 27 September 2013

Save Gumuk

gumuk jember
Belakangan ini banyak pertanyaan tentang arti gambar foto profil Facebook saya. Beberapa diantaranya  bertanya apa sih gumuk itu?. Ada pula yang penasaran kenapa sih Facebooker Jember kok sekarang terlihat intens bicara soal gumuk?. Ya, meski ada satu dua tulisan saya yang menyinggung soal gumuk ini. Tapi, saya lihat memang tidak terlalu banyak informasi di mesin pencarian yang mengupasnya. Kecuali beberapa tulisan dari dulur-dulur pencinta alam Jember sendiri. Beda banget dengan info soal Jember Fashion Carnaval (JFC) yang terlihat gemerlap di sana-sini. Padahal jauh-jauh sebelum JFC bergema di seantero dunia, gumuk sudah menjadi ciri khas Jember. Bahkan ada pula yang menjuluki Jember sebagai "kota seribu gumuk".

Apa beda gunung/bukit dengan gumuk?

Ada yang mengatakan jika gumuk itu tak jauh beda dengan bukit kecil. Ya, secara  visual memang gumuk tak jauh beda dengan sebuah bukit kecil. Tapi, sangat berbeda dari sisi proses pembentukan. Gunung atau bukit terjadi karena aktifitas lempeng di perut bumi yang mengakibatkan munculnya tonjolan pada permukaan tanah. Sedang gumuk terjadi akibat muntahan material berupa lava dan lahar dari ledakan besar gunung berapi pada masa silam. Material dari ledakan gunung Raung purba inilah yang akhirnya menjadi jajaran gumuk-gumuk di Jember. Daerah di Jember yang relatif dekat dengan gunung Raung, kebanyakan memiliki gumuk-gumuk relatif berukuran tinggi. Sebaliknya semakin menjauh dari pusat ledakan itu berarti semakin kecil pula ukuran gumuk-gumuk yang ditinggalkan.

Bentang alam gumuk itu langka dan kebanggaan Indonesia

Ya, saya sangat berani mengatakan jika gumuk itu adalah kebanggaan Indonesia sebab langka di dunia ! Selain Jember, daerah yang memiliki bentang alam dengan formasi gumuk-gumuk itu hanya ada dua di dunia. Satu tempat di Tasikmalaya, yang merupakan hasil dari letusan Galunggung. Dan satu lagi di sekitar wilayah gunung api Bandai San yang ada di Jepang.

Apa benar Jember memiliki seribu gumuk?

Ya ! tapi itu dulu. Bahkan lebih dari seribu gumuk  jumlahnya. Menurut pendataan tahun 2005 gumuk Jember hanya tersisa 823. Dan kabar terakhir dari pendataan teman-teman pencinta alam menyebutkan jika sekarang jumlah gumuk di Jember hanya tersisa kira-kira 600-an saja. Lalu kenapa bisa drastis berkurang? Yah, seperti biasa sulapan manusia dengan bumbu  peningkatan ekonomi selalu saja membuat isi bumi ini terancam tak lestari. Oh ya apa kabar gumuk-gumuk di Tasikmalaya?

Save gumuk jember
sumber :  dokumentasi VJ Lie
Apa sih pentingnya gumuk buat orang Jember?

Pertanyaan ini sering diajukan pada saya. Apa sih perlunya orang Jember ngurusi tonjolan tanah? Biasanya saya cuma jawab jika kita itu perlu loh ngurusi tonjolan tanah bernama gumuk, sebelum kita sendiri masuk ke dalam tonjolan tanah lainnya alias kuburan hehehe. Oke deh waktunya serius sekarang......

  • Sebagai benteng alam bagi Jember
Pernahkah anda melihat di televisi jika Jember kembali diterjang bencana alam bernama puting beliung? Ya, topografi Jember itu bisa dikatakan berupa lembah, sebab diapit oleh dua pegunungan besar yaitu Kumitir dan Hyang Argopuro. Nah, karena itulah Jember berpotensi menerima hembusan angin yang sangat kencang dari kedua pegunungan tersebut.

Lantas apakah ada cara agar Jember bisa terhindar dari angin puting beliung? Saya jawab, TIDAK ADA ! Kecuali satu yaitu meminimalisir agar laju angin tidak terlalu besar terjadi. Dan disinilah pentingnya gumuk-gumuk sebagai benteng alami bagi kota Jember. Semacam tembok-tembok yang memecah konsentrasi laju angin. Dari yang awalnya kencang, lalu terpecah perlahan-lahan secara alami akibat membentur gumuk. Membuat kualitas angin menjadi sejuk atau bahasa kerennya sepoi-sepoi. Makanya jangan heran jika tembakau Jember di masa lampau begitu terkenal hingga pasaran Bremen, Jerman. Sebab, tanaman tembakau suka sekali udara sepoi-sepoi khas Jember.

  • Sebagai tandon air bersih
Proses pelapukan yang terjadi membuat permukaan tanah gumuk menjadi subur.  Sebab kita semua tahu mineral yang berasal dari gunung api itu sangatlah bergizi bagi  kesuburan bumi. Karena itulah gumuk-gumuk itu akhirnya ditumbuhi oleh vegetasi. Adanya vegetasi di atasnya membuat gumuk-gumuk menjadi semacam   sumur resapan bagi air hujan. Menjadi semacam cadangan air tanah yang bersih dan higienis bagi penduduk sekitar.

  • Sebagai tempat suaka satwa mini
Adanya vegetasi  berarti adapula kehidupan satwa di dalamnya. Pun demikian dengan gumuk. Menjadi semacam benteng terakhir bagi satwa kecil dan unggas macam ayam hutan, kera, macan rembang, tupai, rase, landak, ular, kijang, hingga berbagai jenis burung. 

  • Sebagai laboratorium alam konservasi dan wisata
Selama ini saya berpikir andai saja pemerintah peduli dengan keberadaan gumuk-gumuk itu, tentu akan menjadi aset ilmiah yang tak ternilai bagi Indonesia. Bukan justru sebaliknya menjual kepada investor atau pribadi yang ujung-ujungnya hanya untuk dikeruk dengan dalih sisi ekonomi. Hanya memberi keuntungan sesaat bagi segelintir orang saja. Padahal mungkin saja akan berguna bagi pendidikan generasi kita.

Yah, menjadikan gumuk-gumuk itu sebagai laboratorium alam dengan cara menanami aneka pohon yang telah langka. Tentunya beberapa tahun yang akan datang akan berguna bagi dunia pendidikan kita. Tak harus blusukan ke dalam rimba raya jika ingin meneliti atau melihat pohon langka tertentu. Cukup ke gumuk-gumuk itu saja. Murah, meriah dan tak beresiko dimangsa macan hahaha. Menjadi tempat rekreasi alternatif keluarga, bumi perkemahan, bird watching area atau pengamatan burung atau apa saja yang tak semata memikirkan komersil sesaat saja. 

Dulur blogger, mungkin itulah sekilas gambaran dan opini saya soal gumuk. Mahakarya Tuhan yang oleh orang-orang pintar hanya dianggap sebagai tonjolan. Padahal keberadaannya begitu penting bagi masyarakat Jember kebanyakan. Kebanggaan Jember juga Indonesia, karena hanya ada tiga saja di dunia. Yah, gumuk itu memang benar sekarang hanya sebatas bongkahan tanah dengan perhiasan ilalang dan pohon tak beraturan. Tapi, andai saja kita mau berpikir dan menyisihkan sedikit rasa sayang, insya Allah gumuk-gumuk itu akan berguna bagi generasi  mendatang. Selamatkan gumuk Indonesia !

Note : dulur blogger, besok malam dulur-dulur Jember akan mengadakan acara solidaritas "Save Gumuk". Insya Allah nanti akan diisi  dengan obrolan edukasi tentang pentingnya gumuk bagi kita. Sekaligus bentuk keprihatinan akan gumuk-gumuk Jember yang diambang kepunahan. Acara "ini juga akan melakukan penggalangan dana berupa menjual kaos #savegumuk, pengumpulan koin dan  botol bekas untuk dijual. Yang hasilnya seratus persen dihibahkan untuk membeli gumuk. Jika ada diantara dulur blogger yang berkenan memberikan sedikit cinta pada gumuk kita, dengan senang hati diiperkenankan menghubungi inbox Facebook saya. Atau mungkin Menteri Lingkungan Hidup mau urunan beli gumuk?

Bukan, bukan berarti kami melakukan semacam revolusi. Tapi, hanya sekedar membuka ingatan bersama jika segala sumber daya alam macam gumuk, gunung, sungai, laut dan lain sebagainya itu bukan milik golongan atau perseorangan. Semua adalah  milik kita bersama, milik bangsa Indonesia. Bukan untuk pribadi atau satu golongan saja. Sebab saya takut, jika seseorang rakus ingin memiliki gumuk-gumuk kecil itu, lama-lama dia pun akan serakah pula hendak memiliki pulau-pulau kecil kita. Salam lestari Indonesia !