Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 14 Oktober 2013

Berteduh di Rumah Uncle


Konon, Persahabatan itu Bagai Kepompong..

Saya menuliskan kisah ini ketika berada di rumah Uncle Lozz Akbar, tepatnya di Gang Melawai, Balung Lor, masuk wilayah Jember Selatan. Kata Uncle, "Nuliso nang essip dot us Sam, untuk artikel ke-250." Saya bilang, oke! Dan di sinilah saya sekarang, berteduh di blog personal milik Uncle.

Baiklah, cerita akan saya mulai pada 22 September 2013. Siang itu Prit pulang dari kampus dengan wajah yang lesu. Kenapa Nduk? Oalah, ternyata Prit tidak berhasil merubah lokasi PPL (menjadi guru pengajar di sebuah SMU). "Lokasinya tetap di Jember Selatan Mas," begitu kata Prit. Saya mencoba menenangkannya dengan menceritakan hal-hal lucu. Berhasil. Prit tersenyum.

Sorenya, Mas Mungki Krisdianto datang ke rumah panaongan dengan wajah yang segar. Dia mengenakan kaos Kedai Gubug, bercelana hitam, dan bersiap untuk segera keluar lagi. "Aku nang omah Kreongan disek yo, bojoku teko nggowo iwak laut." Begitulah, pada akhirnya Mas Mungki keluar dengan mengendarai CB hitam kesayangannya, masih dengan senyumnya yang khas. Kami berjumpa kembali malam harinya di RRI Jember, di acara CLBK on air 22 September 2013.

Sepulang dari RRI Jember, saya dan Prit berdua saja di Rumah Singgah Panaongan (rumah kami). Dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, ini malam 22 September paling sepi bagi Keluarga Tamasya Band. Biasanya, kami menyambut detik-detik 23 September dengan berkumpul bersama, bercanda, dan saling mendoakan. Maklum, 23 September adalah Harlah Tamasya Band. Tapi syukurlah, pada beberapa hari berikutnya (25 September 2013), sepulang Tamasya band latihan di Y-Studio, kami mengadakan doa bareng di Panaongan. Waktu itu kebetulan kawan-kawan Persma Jember (Panitia #SaveGumuk) juga main ke rumah. Jadi, sekalian kita doa bersama untuk Tamasya dan untuk #SaveGumuk.

Pagi, 23 September 2013

Selamat Hari Lahir Tamasya, dan selamat buat Prit yang PPL di hari pertama. Ya, pagi itu saya mengantarkan Prit meluncur ke Wuluhan, Jember Selatan. Pagi yang keren, di sebuah wilayah yang juga keren.

Jarak antara rumah saya menuju Wuluhan sekitar 45 menit naik motor. Sedangkan desa setelah Wuluhan adalah Balung, tempat dimana Uncle Lozz merayakan hidup. Nah, selama Prit melakukan aktifitas mengajar, disanalah saya bernaung. Itulah kenapa akhir-akhir ini saya sering jalan-jalan bareng Uncle, hehe.

Hari-hari selanjutnya..

Saya dan Prit semakin sering ke rumah Uncle. Sementara Prit melakukan kewajiban PPL, saya berburu dongeng dan (jika sempat) jalan-jalan sambil melakukan pengamatan Capung. Entahlah, hari-hari belakangan ini saya jatuh cinta pada Ordo Odonata bernama Capung.

Kopi dan serangkai kisah semakin akrab menemani hari-hari saya dan Uncle. Kedekatan ini menjadikan kami sering terjebak membicarakan masa yang telah lewat, dan hari-hari selanjutnya. Nostalgia yang sederhana. Kami bicara tentang awal mula memiliki blog personal, perkenalan dengan para blogger, dan tentu saja tentang jalan hidup yang berliku.

Kabar baik itu diiringi dengan cerita yang lain. Ya, rasanya sudah lama sekali saya tidak menikmati kopi berdua dengan Brade Mungki. Seusai acara #SaveGumuk tanggal 28 September 2013 yang lalu, Dia kembali pulang ke Muncar, Banyuwangi. Ah, tiba-tiba saya kembali teringat senyumnya yang sumringah di suatu sore, 22 September 2013.
Catatan: Duh maaf, tulisan ini saya sudahi dulu ya. Insya Allah nanti malam akan saya lanjutkan lagi. Saya sedang ada keperluan off line. Maaf yaaa...
Malam harinya..

Saya masih di sini, di rumah Uncle, mencoba meneruskan kisah yang tadi siang sempat terpenggal. Di luar sana, gema suara takbir mengecup udara malam hingga sampai ke telinga banyak orang.

Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Allahu Akbar, artinya fitnah itu kecil, iri dengki itu kecil, koruptor itu kecil, semuanya kecil. Iya, seharusnya begitu. Ternyata yang terjadi tidak seperti itu. Kelompok yang besar menikam yang kecil, saling hasut dan saling menyudutkan.

Aha, nulis apa saya ini. Kok tiba-tiba serius ya? Maaf. Hmmm, sepertinya tulisan ini harus segera saya sudahi, sebelum semakin mblarah kemana-mana.

Di sinilah saya sekarang. Menikmati malam takbir sembari menunggu Uncle pulang kerja. Tuhan, beri saya kekuatan, limpahkan kesabaran pada istri, orang-orang terdekat, dan para sahabat. Lestari sampai mati! Amin Ya Robbal Alamin.

Sedikit Tambahan

Untuk semuanya tak terkecuali, selamat Idul Adha, mohon maaf lahir dan bathin.

Buat Uncle.. Mohon maaf ya Uncle. Saya sudah mencoba menulis yang terbaik, tapi gagal. Inilah hasilnya :) Terlepas dari itu, selalu ada doa dan cinta untuk Uncle dan essip dot us. Mari berkarya dan saling mendoakan.

Salam saya, RZ Hakim