Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 18 November 2013

Prediksi Jitu Dukun Terawang

prediksi jitu togel
sumber gambar
Prediksi jitu dukun terawang biasanya dilakukan dalam masyarakat kita yang ingin mengetahui nasibnya di masa depan. Praktek klenik semacam ini kadang juga dilakukan apabila seseorang kehilangan barang. Mencoba mencari info pada seorang dukun terawang. Dengan harapan bisa menunjukkan letak barang yang hilang, atau untuk mencari tahu pencuri barangnya.

Cerita mencari prediksi jitu pada dukun terawang ini terjadi pada teman saya. Sebut saja namanya Dargombez yang pagi itu kehilangan  tas yang biasa dia bawa. Perihal tas hilang itu dia ketahui dari istrinya. Menanyakan tentang keberadaan tas yang semalam dia bawa. Maklum, semalam Dargombez nongkrong sembari berpesta pora dengan "lima huruf Rusia". Jadi dia pulang dalam kondisi mabuk dan lupa dengan keberadaan tasnya.

Kabar hilangnya tas Dargombez tak hanya membuat heboh keluarganya, tapi juga seluruh kampung. Tas  tersebut tak cuma berisi uang yang nominalnya jutaan. Tapi, semua catatan tagihan pelanggan di tempat kerja Dargombez beserta surat penting lainnya ada dalam tas tersebut.

Sekian lama Dargombez mencari, keberadaan tas tersebut tak juga ditemui. Hingga akhirnya muncul semacam prasangka pada dirinya. Ya, Dargombez mencurigai salah satu dari teman nongkrong semalam telah mengambil tasnya.

Atas saran seorang tetangga, Dargombez disarankan untuk memakai jasa dukun terawang.  Tetangga tersebut mengatakan jika dukun itu ahli dalam menerawang hal-hal gaib. Termasuk mencari keberadaan barang hilang dan siapa pencurinya. Atas desakan sang istri, Dargombez  mengiyakan usulan dari tetangganya. Ditemani saya dan seorang teman bernama Posang, Dargombez pun menuju ke rumah sang dukun.

Tiada suasana magis pun yang saya rasakan ketika berada di dalam rumah si dukun. Tanpa bau kemenyan. Juga wangi aroma kembang. Tiada pula piranti-piranti klenik yang menghiasi rumahnya. Rumah itu nampak biasa-biasa saja seperti halnya rumah warga lainnya.

Dargombez lalu menyampaikan perihal kedatangannya.  Menceritakan kronologis hilangnya tas dia serta apa saja yang dia lakoni semalam. Si dukun lalu bertanya tanggal serta jam ketika dargombez nongkrong bareng teman-temannya. Jari jemarinya nampak tengah menghitung sesuatu.

"Yang mengambil tasmu orangnya berbaju hitam." kata dukun terawang.

Spontan saja prediksi dari si dukun membuat pucat muka Posang yang ada di samping saya. Dia merasa menjadi terpidana. Ya, Posang termasuk salah satu teman nongkrong Dargombez semalam, dan memakai baju dengan warna yang sama seperti kata  dukun. Hitam !

"Semalam yang pakai baju hitam banyak pak," kata Posang. Sebuah ungkapan sekaligus semacam pembelaan dirinya dari semua sangkaan.

Si dukun beraksi lagi, seolah sedang berkomunikasi dengan informan gaibnya.

"Kalau enggak gitu, pencuri itu kulitnya paling hitam dan jelek diantara yang berbaju hitam"

Kali ini muka Posang nampak ceria lagi. Pernyataan itu seakan melepasnya dari jerat prediksi jitu sang dukun. Posang merasa diantara teman nongkrongnya semalam dialah yang paling tampan.

"Ya sudah, kalau masih bingung ini petunjuk yang terakhir. Rumah pencuri itu menghadap selatan" kata si dukun terawang.

Untuk beberapa saat Dargombez dan Posang terlihat sibuk dengan alam pikirannya sendiri-sendiri. Mereka nampak sedang melakukan semacam sensus data tentang rumah teman-teman nongkrongnya semalam. Yang saya lihat ada semacam ketidakpuasan di wajah mereka.

Kami pun lalu berpamitan. Tak lupa Dargombez memberi sebuah "salam tempel" sebagai uang jasa kepada si dukun terawang tersebut.

Dargombez menggerutu setiba di rumahnya kembali. Saat tetangga pemberi info dukun datang dia pun berkomentar.

"Sebenarnya dukun itu tukang terawang apa tukang tebak sih?" kata Dargombez kesal.

Ya, terang saja Dargombez kesal, sebab dia merasa tak satu pun rumah teman nongkrongnya semalam yang menghadap ke selatan.

Lantas dimana keberadaan tas Dargombez yang membuat heboh seisi kampung itu?. Ternyata bin tak disangka sore harinya baru diketahui jawabannya. Ya, tas Dargombez ternyata disembunyikan oleh pemilik toko yang dia tongkrongi di depannya semalam. Pemilik toko itu merasa kesal sebab Dargombez dianggap mengganggu kenyamanan pemilik toko karena pengaruh alkohol dalam otaknya.

Dulur blogger, jasa klenik hingga hari ini masih menjadi sesuatu yang digemari. Padahal sejatinya itu hanya permainan oknum yang lihai menghembuskan sugesti ke dalam otak kita. Ya, hanya sugesti untuk meraup keuntungan materi. Lantas bagaimana jika  prediksi  mereka ternyata benar? Ah saya rasa itu hanya kebetulan saja. Seperti halnya Anda menebak tepat skor pertandingan bola.

Pun demikian halnya yang terjadi di masyarakat kita. Permainan prediksi semakin menjadi. Berniat mencari rejeki instan dengan menjadikan angka-angka sebagai harapan. Padahal sudah banyak bukti betapa jahatnya dampak dari judi. Alih-alih mendapat harta berlimpah, justru malah membuat masalah. Harta penombok banyak terkuras, sebaliknya bandar semakin tertawa culas.

Yuk sama-sama kita jemput rejeki dengan cara halal dan diridhoi. Dengan bekerja diimbangi doa. Daripada membuat waktu percuma dengan bermain tebak prediksi angka-angka. Berharap dan selalu optimis pada usaha diri sendiri. Bukan sebaliknya menjadi seorang yang bermimpi melalui prediksi jitu. Padahal semua itu hanyalah spekulasi semu.

Dulur blogger kira-kira bagaimana prediksi jitu Anda? Apakah artikel ini sukses merayap di sela-sela artikel prediksi jitu sejati lainnya ? ahahaha. Hanya Tuhan yang tahu.