Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 06 Februari 2014

Sekali Lagi, Saya Dizalimi Koneksi

kredit
Setiap usaha tentu ada lika-liku hambatan serta tingkat kesulitan yang di dalamnya. Pun demikian halnya dengan saya, seorang pengais rejeki di dunia maya. Laju internet yang tak sesuai iklan. Mudah putusnya jaringan, hingga raib sama sekali. Itulah kendala yang saya hadapi beberapa hari ini. Menjadi seorang pelanggan yang terzalimi oleh koneksi.

Dua kali mengajukan semacam laporan. Mengeluhkan  internet rumah  yang mengalami gangguan, tapi hasilnya sama saja. Di ujung telpon sana seseorang selalu memberikan jawaban diplomatisnya.

"Ya pak. sebentar lagi kami akan ke sana untuk mengatasi gangguan internet Anda".

Jawaban yang sama dan itu-itu saja reaksinya. Membuat saya bertanya, apakah penyelenggara jasa di negeri ini masih enggan berbenah diri?  Suka menuntut pelanggan untuk melakukan kewajiban terbaiknya. Tapi, kadang lupa dan bahkan mengabaikan hak pelanggan yang harus pula segera ditunaikan.

Jika mau mereka tak segan menggunakan tangan besinya. Memutus jaringan untuk sementara, jika pelanggan tak membayar upeti tepat waktunya. Tapi lihat, bagaimana halnya jika mereka yang melakukan kesalahan? Pasti mereka akan berpura layaknya panitia di acara ploncoan. Apapun yang terjadi panitia selalu benar ! Setiap kesalahan, itu hanyalah kekhilafan ! Itu kata mereka.

Tidak, saya tak sedang menuntut mereka untuk memberi semacam kompensasi. Setidaknya berilah saya solusi yang melegakan hati. Tak harus muluk seperti iklannya di televisi, tapi cukup pulihkan koneksi internet saya kembali. Jangan sampai pelanggan seperti saya mendapat masalah, karena nekad memutus semua jaringan kabel telpon yang melintas di depan rumah.

Tapi sudahlah, saya rasa inilah yang disebut tantangan dalam setiap usaha. Mungkin saja Tuhan sedang melatih kesabaran saya, dan Speedy yang menjadi medianya. Mungkin pula Tuhan sedang mengingatkan jika sukses itu tak bisa digapai secara instan. Ada hambatan pula yang ditemui dalam proses yang sedang saya jalani. Termasuk lemotnya koneksi, harus saya terima dengan besar hati.

Alhamdulillah untuk lemot koneksi yang melatih kesabaran saya hari ini. Tentang sikap nrimo meski hati terasa gelo. Tentang bagaimana cara saya melampiaskan emosi tanpa harus nyinyir dan mengumpat di situs jejaring pribadi. Yah, saya harus bersabar menunggu lampu modem menyala normal kembali. Sambil terus meyakinkan hati jika di balik kesulitan  hari ini, esok pasti akan ada kejutan yang  Tuhan beri. Yah, ikhlaskan saja sekian rupiah saya yang telah menjadi upeti, sebab kelak  Tuhan pasti akan memberi ganti berupa nikmat yang wajib saya syukuri. Aamiin.