Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Senin, 25 Mei 2015

Hanya Sebuah Warung

Surat Untuk Warung Blogger

Orang bilang hari ini kau sedang merayakan hari jadi. Kata mereka genap 4 tahun sudah usiamu di 25 Mei ini. Meski  baru aku tahu jika sebenarnya ultahmu sudah lewat beberapa hari yang lalu.  Bukan, bukan berarti aku telah melupakanmu, tapi memang seperti itulah adanya. Tanpa banyak direncana, kau tercipta mengalir begitu saja. Meski kata mereka akulah peletak batu pondasi pertama, tapi bagiku orang-oranglah yang telah membuat kokoh dinding-dindingmu dengan sepenuh cinta. Yah, akulah si pembuat tapi orang-oranglah yang membuatmu menjadi hebat.

Menurutku memperlakukan hari jadimu itu sama halnya seperti memperlakukan setiap karya-karya kita. Tak semata untuk diingat-ingat, apalagi merayakannya dengan pesta pora yang terlampau sangat. Yang terpenting adalah tentang bagaimana cara memperlakukan sisa usia yang kita punya. Mengisinya dengan karya kita selanjutnya. Semampu kita untuk benar-benar bermanfaat, begitu seterusnya. Sebab dunia tak akan mempersoalkan seberapa banyak artikel kita yang nangkring di pejwan. Dunia juga tak akan terlalu peduli meski blogmu memiliki PR yang tinggi. Sebab itu hanyalah olah karya  mesin yang bisa dipencundangi manusia. Dunia cuma akan bertanya seberapa banyak goresan kalimat kita yang telah mampu memberi makna pada pembacanya.

Menurutku Webe itu adalah wadah bersama. Tak hanya milik aku atau para pelayanmu saja. Bagiku percuma saja sebuah serikat jika hanya memunculkan satu dua orang yang terlihat hebat. Harus ada muka-muka baru yang juga muncul dari pintu warungmu. Terkenal satu terkenal semua, itulah yang menjadi AD/ART-mu.

Webe itu juga wadah berbagi. Wadah para blogger untuk saling mengisi. Tempat berteduh yang nyaman bagi para pemula. Tak jua sekedar lewat, tapi juga untuk mencari sahabat. Yang lebih dulu mengajari yang belum tahu. Tua mendampingi yang muda. Muda menghormati yang tua dengan sewajarnya, itu saja. Selebihnya Webe itu adalah wadah berkarya bersama di dunia maya. Meski sederhana, tapi sebisa kita memberi nilai manfaat untuk siapa saja.

Di warungmu, senior atau pemula kedudukannya adalah setara. Namun bukan berarti semua bebas berpolah apa saja. Ada aturan  yang harus mereka hormati. Meski aku tahu tak semuanya memaklumi  aturan "uluk permisi" yang mereka sebut dengan basa-basi. Ah kawan, kurasa mereka sedang tak menyadari jika kita sedang belajar untuk menjadi seorang pedagang yang baik. Tentang cara menjajakan lapak dagangannya agar lebih menarik. Tak hanya sebatas datang, titip lalu lari tunggang langgang. Mereka mungkin juga masih belum tahu jika kamu mencoba menyegarkan ingatanmu akan budaya bangsa kita bernama "unggah-ungguh". Coba kau bayangkan andai saja kau ada di warung dengan antrian banyak orang? Lalu kau menjadi orang pertama yang menyantap hidangan, apa yang kamu lakukan? Begitu saja melahap hidangan yang ada di depan, atau kau uluk permisi dulu dengan pengunjung lain di kiri kanan? Kurasa sesederhana itu saja aturannya. Bukan untuk memberatkan, tapi justru untuk menjaga keharmonisan dengan nilai-nilai keakraban.

Aku juga tahu ada pula yang mempertanyakan tentang eksistensimu. Hmm, kurasa aku juga bingung untuk menjawabnya. Kurasa aku lebih suka menyebutmu dengan warung saja. Aku juga tak berniat menyulapmu menjadi sebuah komunitas yang terlalu formal. Aku tak mau kau nanti akan berubah layaknya partai politik dengan pendukung yang berlebih dalam hal fanatik. Yah, aku hanya takut saja sikap fanatik itu akan membuat mereka memandang komunitas lainnya dengan pandangan yang tak simpatik. Sebab kau diciptakan bukan untuk dibesarkan, tapi untuk membesarkan. Untuk mendukung pengunjungmu dan komunitas-komunitas lainnya, itu saja.

Selamat bertambah umur sayang. Semoga kamu tetap menjadi sebuah warung bersahaja selamanya. Sesuai dengan namamu, sebuah warung dengan pelayan yang digaji dengan dollar keikhlasan. Warung rakyat yang tak mempersoalkan isi dompet serta status para pengunjungnya. Tiada beda, semua setara. Bukan kafe atau restauran, tapi hanya tempat berbagi aneka penganan karya. Juga tempat bagi mereka untuk berbagi canda sembari menikmati sruput kopi capucinta.