Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Kirim Email

Selasa, 30 Juni 2015

Ya, Meme Itu Memang Kreatif, Tapi....

kakek anwar pejuang

Siang tadi tanpa sengaja saya melihat meme di sebuah akun Facebook. Gambar kreatif itu berisi seorang kakek tua dengan tangan menengadah seperti meminta sesuatu. Seperti kebanyakan meme-meme lainnya, gambar itu pun diimbuhi dengan tulisan "mintak chip paaak...! dari tadi b'lom maen poker. 

Saya pun tertarik untuk menelusuri asal muasal dari meme tersebut.  Tidak, sama sekali saya tidak tertarik dengan tulisan yang ada di dalamnya. Yang membuat saya tertarik adalah obyek yang ada di dalamnya. Seorang kakek yang semestinya harus dihormati, justru sekarang menjadi bahan tertawa atas nama kreatifitas manusia.

Dari hasil penelusuran banyak sekali saya temukan artikel serta gambar yang memuat tentang kakek tersebut. Masih banyak blog yang saya lihat memajang meme kakek tersebut lengkap dengan tulisan kreatifnya.  Mungkin saja empunya blog cuma menganggap meme itu sebatas gambar lucu belaka. Hingga kemudian saya temukan pula artikel-artikel yang justru membuat terkejut ketika membacanya. Ya, si bapak dalam gambar tersebut ditengarai sebagai mantan pejuang kemerdekaan.

Penelusuran terus saya lakukan. Kali ini saya mencoba mencari tahu artikel asli yang membahas tentang  kakek dalam meme tersebut. Akhirnya saya pun menemukan sebuah artikel yang saya anggap valid sebagai artikel serta gambar asli dari artikel-artikel yang ada.

Saya menemukan sebuah artikel berjudul Sang Letnan Itu…Kini Mengemis. Sebuah tulisan yang ditulis oleh Benny Okva, seorang pewarta dari Posmetro Padang lewat blog yang bernama pincurantujuah. Dalam blognya lainnya yang bernama maharadjo.wordpress.com, mas Benny Okva mengatakan jika cerita tentang kakek itu pernah terbit pula sebagai cerita bersambung  di halaman utama Harian Posmetro Padang, medio 2008 lalu.

Dalam tulisan tersebut mas Benny menceritakan jika kakek tersebut bernama Anwar. Seseorang yang diyakini sebagai pejuang kemerdekaan. Pada sebuah wawancara yang dilakukan sendiri oleh mas Benny, kakek Anwar mengatakan jika dirinya dulu adalah komandan kompi 3 Sumatera Bagian Selatan, dengan pangkat Letnan Satu. Anwar memiliki tanda luka berupa lobang kecil akibat tertembus peluru ketika berjuang dulu. Menguasai tiga bahasa asing, yaitu Belanda, Inggris dan Jepang, Bahkan sesekali dia menggunakan bahasa asing tersebut ketika Posmetro mewawancarainya.

Kakek Anwar juga mengaku jika dulu dia pernah memiliki Surat Bintang Gerilya sebagai tanda pejuang kemerdekaan. Namun sayang surat yang syarat untuk menerima tunjangan dari pemerintah itu telah hilang. Kondisi inilah yang akhirnya membuat Anwar terlunta dan memaksanya menjadi pengemis di jalanan. Konon katanya kakek Anwar kini telah berpulang pada tahun 2011 kemarin.

Nah, dari blog mas Benny Okva inilah akhirnya saya tahu tentang sosok kakek yang ada dalam meme tersebut. Saya pun baru tahu jika beberapa tahun kemarin sempat pula membuat ramai dunia maya. Para netizen mengecam pembuatan meme tersebut, sebab menjadikan pejuang kemerdekaan sebagai bahan tertawaan di dunia maya.

Dulur Blogger, soal bercanda tentu ada batasanya. Pun demikian dengan ungkapan Jawami’ul Kalim jika banyak tertawa itu akan mematikan hati. Banyak bercanda akan membuat sulit diri kita untuk mengontrol hati. Mematikan rasa serta kepekaan dalam hati kita tentang batas dari sebuah candaan yang telah kita buat.

Demikian halnya  soal meme kakek Anwar, pembuatnya seakan mati rasa nuraninya. Tidak menyadari jika kreatifitasnya justru akan membuat cedera. Ya, meme itu sekilas memang kreatif tapi tidak responsif. Tidak peka jika disamping akan membuat orang ngakak tertawa, tapi ada pula beberapa orang yang akan nelangsa bahkan menangis ketika melihatnya.

Terlepas benar tidaknya jika kakek Anwar adalah seorang pejuang, bagi saya meme itu sungguh keterlaluan. Jika benar adanya Anwar adalah seorang pejuang. Itu berarti salah satu dari kita telah melakukan kesalahan, sebab mengolok-olok salah satu orang yang telah membuat kita merdeka untuk berkreasi di dunia maya. Sebaliknya, jika mungkin saja kakek Anwar hanyalah seorang biasa. Bagi saya meme itu tetap saja kurang ajar, sebab menjadikan orang tua sebagai bahan kelakar.

sumber gambar : pincurantujuah.wordpress.com
Sekilas Pariwara...

34 komentar:

  1. Wah, saya juga paling gak suka ngeliat meme yang justru membuat orang yang ada di gambar itu jadi bahan tertawaanl. Tidak manusiawi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga emang kurang suka kalo ngeliat meme gitu. katanya kalo orang cerdar meme itu bukan lucu, tapi penghinaan

      Hapus
    2. setuju. saya juga ga suka. coba kalo orang tuanya di gituin sama yang lain. emang ga punya perasaan. atau lupa kali kali yang aplodnya.

      Hapus
  2. Masya Allah sedih banget aku bacanya. Aku nggak pernah suka meme, sekalipun obyeknya secara personal tidak aku sukai. Tidak menyukai seseorang itu hak kita. Tapi menyebarkan parodi seseorang itu adalah kejahatan, pencemaran, bully. Kadang yg bikin eneg socmed itu ya orang2 berpikiran cetek via meme begitu.

    BalasHapus
  3. Begitulah keadaan di dunia maya
    Ada yang menggunakannya tak sesuai norma
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  4. Sedih juga liat meme2 yg isinya melecehkan

    BalasHapus
  5. Iya kadang orang seenaknya saja menaruh gambar di socmednya tanpa mempedulikan etika, dsb

    BalasHapus
  6. Kadang disitu saya merasa sedih

    BalasHapus
  7. Sedih dan terharu baca nasib Alm. Bapak Pejuang tersebut. Semoga Beliau sekarang tenang di sisi Allah

    BalasHapus
  8. Lucunya di mana? Aku bkn pemain poker, tp malah miris kalo lihat orang tua ditertawain

    BalasHapus
  9. tua-tua diolah bahan tawaan, kemana hati nuraninya..

    meme itu artinya secara luas, apa, ya Uncle?

    BalasHapus
  10. kalau yg ini memang meme yg keterlaluan....

    BalasHapus
  11. Wah.. saya penikmat meme, nih. Thx, Bang. Saya jadi belajar untuk pintar" memilih bahan tertawaan

    BalasHapus
  12. saya hanya suka meme yang berupa gambar/komik...tapi jika menggunakan manusia/hewan...rasanya kok keterlaluan sekali...

    BalasHapus
  13. ya ampun kasian banget si kakek, saya ga suka banget meme.

    BalasHapus
  14. memang lucu, tapi banyak yg kelewat batas

    BalasHapus
  15. Senengnya kok pake foto orang lain ya..?
    Kenapa ga pake foto sendiri

    BalasHapus
  16. wuih Meme bikin hati riang, stres ketendang :)salaaam hepi aja deh om essip :)

    BalasHapus
  17. aku juga pernah liat memenya bang, emang keliatan lucu banget, tp setelah baca tulisan ini.
    astaghfirullah

    BalasHapus
  18. Duh..
    Aku belum pernah sih lihat meme-nya...
    Dan jadi ikutan sedih setelah baca ini :(

    Kemaren sempet heboh meme : ' sudah kuduga' itu kan yah..dan ternyata orangnya blogger dan gak terima krn banyak caption yang terkesan menghina...

    Etapi aku sukaaa bikin meme aktor drama Korea gitu bang, ngambil cuplikan adegab trus ditulis lucu2an..tapi berusaha untuk jangan sampe nyakitin hati juga siiih..

    Makasih share nya yah bang Loooz...

    BalasHapus
  19. Tetap ada filter dalam kreativitas. Matur nuwun Sam Lozz, tulisan ini pastinya menjadi pengingat bersama, untuk kreatif secara elegan.
    Salam hangat

    BalasHapus
  20. Aku paling gak suka sama meme yang kesimpulannya bilang "BERATI KAMU SUDAH TUA!!!"

    Itu sudah kebangetan. Mematikan kreatifitas. Nggak ada positif2nya sama sekali.

    Seharusnya diganti "MASA KECIL ANDA BAHAGIA" atau yang lebih lucu, misalnya "BERATI SIAP SIAP MENJAGA GULA DARAH DLL"

    BalasHapus
  21. Memang berbuat sesuatu itu harus dipikirkan positif negatifnya, jangan asal iseng atau suka aja melakukannya, atau caper ingin diketawain hihi..trims ya sudah mengingatkan juga.. ^_^

    BalasHapus
  22. sebenernya gak lucu menurut aku meme seperti itu, aku kalau melihat kakek2 atau nenek2 di jalan suka sedih ini malah dijadiin bahan tertawaan

    BalasHapus
  23. Kadang ada orang yang kalau becanda di luar batas

    BalasHapus
  24. Kadang orang kalau bercanda keterlaluan kelewat batas. Tak peduli siapa, bagaimana situasinya, dimana tempatnya, apa temanya, kenapa alasannya atau kapan waktunya. Mas aku izin mengutip tulisanmu ya. Matur nuwun.

    BalasHapus
  25. setuju deh uncle, klo yg kayak gini janganlah dijadiin bahan lelucon -_-
    jadinya malah gak lucu deh klo yg ginian dijadiin meme.

    eh iya, uncle masih ingat saya gak? wkwkwkwk
    salam kenal ya uncle ^_^

    BalasHapus
  26. Ayolah meme, mohon maaf adalah hal yang paling tepat dan jangan sampai terulang...maju terus pantang mundur untuk berbuat yang terbaik

    BalasHapus
  27. Inilah realitanya.....menyedihkan sekali negeri kita ini. Selamat jalan kakek Anwar...semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisiNya. Perjuangan kakek untuk kemerdekaan negeri ini, biarlah Allah SWT saja yang membalasnya.

    BalasHapus
  28. baru tau ada kayak gitu... daerah mana sih?

    BalasHapus
  29. Makin hari makin banyak meme yang justru memakai wajah seseorang... padahal isinya lebih banyak yang melecehkan. Memang tidak manusiawi sih menurutku

    BalasHapus
  30. wah, ini.. pelanggaran kang.. :D k

    BalasHapus