Monggo Pinarak..!

Lozz Akbar

Blog seorang pencinta alam di sebuah kota kecil bernama Jember

Tempat Nongkrong

Kirim Email

Kamis, 26 November 2015

Gara-gara Postingan Om NH


Sepuluh hari yang lalu saya kembali aktif menulis nyetatus di dunia maya. Setelah beberapa bulan lamanya raib dari glamor dunia maya. Maklum, fikiran sedang fokus merintis usaha "perklithikan", jadi  saya putuskan untuk sejenak cuti sebagai penggiat sosial media, salah satunya yaitu Facebook

Hasilnya? Alhamdulillah proyek saya masih belum mampu untuk menambah pundi tabungan yang rencananya akan saya gunakan untuk menyewa sound system dan tenda buat pernikahan hahaha. Tapi sudahlah, yang namanya usaha tentu saja butuh perjuangan yang tentu saja saya harus setia berproses di dalamnya.

Kembali ke Facebook, aktifitas saya di jejaring sosial yang satu ini masih saja seperti biasanya. Masih suka cengengesan di lapak-lapak tetangga. Masih suka obral jempol, masih pelit pula untuk ikut-ikutan berbagi di setiap berita yang hilir mudik di lini masa. Lebih lagi pada  tulisan-tulisan, status fanpage atau berita yang akan membuat kotak komentar saya jadi ring tinju massa.

Ada satu hobby baru yang sekarang saya sukai dari fitur Facebook. Sebuah fitur bernama "Pada Hari Ini" yang tujuannya untuk menemukan kembali serta bernostalgia dengan status-status lama kita. Yah, setidaknya sebagai media introspeksi diri sekaligus bernostalgia lewat status-status yang pernah saya bagi di beberapa tahun silam.

Pagi tadi iseng-iseng saya mainkan fitur "Pada Hari Ini", di situ saya temukan sebuah status yang saya bagikan 4 tahun silam. Sebuah status berupa ucapan terima kasih saya pada om NH yang telah memberi apresiasi pada salah satu tulisan di Essip sebagai "The Post Of November" versi om Trainer.

Tulisan itu berjudul "Setelah Bulan Sebelas", saya bingkis spesial buat pasangan bulan sebelas yaitu Masbro RZ Hakim dan Zuhana Api Kecil. Dua sejoli blogger, saudara pencinta alam juga  Nabi Adam yang saat itu sedang melangsungkan pernikahan. Namun sayang saya tak bisa hadir di hari bahagia mereka. Pekerjaan saya sebagai satpam dunia maya kala itu, hanya mampu mengiringi mereka dengan harapan serta doa lewat tulisan saja.

Aku berharap urusan perut tidak pernah merubah kalian berdua. Aku ingin kalian masih seperti dulu. Masih mau berbagi disamping harus memikirkan urusan susu bayi. Tetap mau berkarya meski dipusingkan pula oleh kompor dapur yang harus senantiasa tetap menyala.

Alhamdulilah, ternyata doa saya terkabulkan. Empat tahun lamanya tidak ada yang berubah dari dua sahabat saya. Masih saja berkarya dengan senjata tulisan-tulisannya. Saya pun masih juga belum berubah. Masih belum ketemu dengan Marpuah hahaha.

Ah, jika dipikir masa berlalu tanpa terasa. Yang dulunya pemula sekarang sudah dipanggil tetua. Sudah banyak yang lihai merubah-rubah tema blognya. Sudah banyak pula  yang jago menjajah Google di halaman pertama.

Dulur blogger, apapun perubahan yang terjadi nanti semoga saja tidak ada yang berubah pada semangat berkarya kita. Yah, sama halnya dengan doa dan harapan saya pada pasangan bulan sebelas. Pun demikian harapan saya pada dulur blogger semua. Tetap semangat meski nilai klout atau DA menurun dengan sangat. Tak henti untuk terus berbagi, tanpa harus terlalu menghitung-hitung nilai materi. Juga tulus untuk terus berkarya, tanpa peduli seberapa banyak nama kita akan dielu-elukan di dunia maya.


Note :  Matur nuwun om NH untuk postingan 4 tahun silamnya yang membangunkan saya dari tidur lama.